Jemari Tangguh Prajurit Kodim Lamongan: Tetes Keringat dan Ketelitian di Atas Bubungan Rumah Bu Sumiatun
LAMONGAN, — Di bawah terik matahari yang menyengat, aroma kayu basah dan dentang palu bersahut-sahutan di Dusun Nggas, Desa Kebet. Di atas rangka atap sebuah rumah sederhana, jemari legam para prajurit TNI tampak bergerak sigap namun penuh ketelitian. Mereka adalah anggota Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan yang tengah merangkai kayu reng penyangga utama genteng di rumah Ibu Sumiatun, salah satu warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pemasangan kayu reng bukan sekadar menempelkan bilah-bilah kayu di atas kasau. Bagi para prajurit Kodim 0812/Lamongan, setiap senti celah dan kerapian garis siku adalah jaminan keselamatan serta kenyamanan penghuninya kelak.
Dengan mistar ukur dan ketelitian tinggi, para personel memastikan jarak antar-reng presisi sempurna agar tidak ada celah bagi air hujan untuk menerobos masuk.
”Rumah ini adalah benteng perlindungan Ibu Sumiatun. Karena itu, pengerjaannya tidak boleh asal jadi. Ketelitian dalam mengukur dan memaku kayu reng ini kunci utama agar atap kokoh, simetris, dan tidak bocor saat musim hujan tiba,” ujar Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo di lokasi pengerjaan.
Raut keharuan tak mampu disembunyikan dari wajah Ibu Sumiatun. Wanita paruh baya yang sehari-hari menggantungkan hidup dari buruh harian ini tak henti-hentinya menatap ke atas, menyaksikan para prajurit berseragam loreng mengucurkan keringat demi mewujudkan impiannya memiliki hunian yang layak dan aman.
”Saban hujan turun, kulo (saya) tidak bisa tidur tenang karena atap lama selalu bocor dan lapuk. Membayangkan punya rumah sebagus ini saja tidak berani. Matur nuwun sangat Bapak-Bapak TNI yang sudah bekerja begitu teliti dan tulus membangun rumah saya,” tutur Ibu Sumiatun dengan mata berbinar menyapu bulir air mata bahagia.
Program TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan ini menjadi bukti nyata sentuhan kasih dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tak sekadar membangun fisik bangunan, setiap paku yang tertancap dan setiap bilah kayu yang terpasang presisi di rumah Ibu Sumiatun adalah simbol dedikasi tanpa batas prajurit TNI untuk mengukir senyum dan menganyam masa depan masyarakat pedesaan yang lebih sejahtera.
(Pendim0812)
