1 min read

Proyek TMMD ke-130: Jalan Baru, Harapan Ekonomi Bagi Masyarakat Perbatasan

Kota Bengkulu – Proyek pembangunan jalan yang dilakukan dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 oleh Kodim 0407/Kota Bengkulu di Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, kini mulai menampakkan hasil positif bagi masyarakat. Manfaat dari pembangunan ini tidak hanya dirasakan oleh penduduk lokal, tetapi juga oleh mereka yang tinggal di daerah perbatasan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Jalan yang saat ini sedang dikerjakan oleh tim Satgas TMMD diharapkan dapat berfungsi sebagai jalur penghubung yang memudahkan mobilitas antar kawasan. Sebelumnya, akses jalan yang terbatas menjadi kendala nyata bagi masyarakat yang bergantung pada aktivitas ekonomi dan harus pergi ke Kota Bengkulu atau Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dengan adanya jalan baru ini, warga kini memiliki pilihan rute yang lebih efisien, yang diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan. “Jalan ini merupakan harapan kami yang telah lama dinantikan. Sebelumnya, saat membawa hasil pertanian atau ingin melintasi ke Bengkulu Tengah harus memutar dengan melewati jalan yang sulit. Kini, jalur yang tersedia lebih pendek dan sangat mendukung perekonomian kami,” ungkap seorang warga yang tinggal di kawasan perbatasan.

Selain memberikan dampak positif bagi para petani dan pedagang, akses yang lebih baik juga diharapkan dapat meningkatkan proses distribusi produk pertanian dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, pembangunan jalan ini akan mempermudah penduduk perbatasan dalam menjangkau berbagai fasilitas umum di Kota Bengkulu, termasuk akses ke lembaga pendidikan dan kesehatan.

Di lokasi pengerjaan, terlihat semangat gotong royong yang tinggi. Tim Satgas TMMD bersama dengan masyarakat saling bekerja sama dalam membuka dan meratakan jalan. Jalan ini merupakan salah satu program utama dari TMMD ke-130 Kodim 0407/Kota Bengkulu. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di kedua wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *