Mbah Waqilah, di usia 95, ciptakan kemandirian melalui perbaikan rumah TMMD
Tulungagung – Usia lanjut tidak membuat Mbah Waqilah kehilangan semangat untuk menjalani kehidupan secara mandiri. Di usia 95 tahun, warga Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, itu justru berharap rumahnya segera selesai diperbaiki melalui program RTLH TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung.
Rabu (14/10/2026), proses rehabilitasi rumah Mbah Waqilah menjadi bagian dari kegiatan fisik TMMD ke-130 yang dilaksanakan di Desa Pojok. Program tersebut menyasar rumah warga yang membutuhkan perbaikan agar dapat ditempati dengan lebih layak.
Bagi Mbah Waqilah, rumah yang sedang diperbaiki memiliki arti penting. Ia ingin tetap melakukan berbagai kegiatan sehari-hari secara mandiri meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
“Saya ingin rumah ini cepat selesai, supaya bisa segera ditempati dengan nyaman. Saya juga ingin tetap bisa melakukan kegiatan sendiri dan tidak merepotkan anak cucu,” tuturnya.
Semangat tersebut menjadi gambaran kuat dari keinginan seorang lansia untuk tetap menjaga kemandirian. Dukungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya, namun Mbah Waqilah ingin sebisa mungkin masih dapat mengurus kebutuhan sehari-hari sendiri.
Karena itu, perbaikan rumah melalui program RTLH TMMD menjadi sesuatu yang sangat ia nantikan. Hunian yang lebih layak diharapkan dapat membuat aktivitas sehari-harinya berlangsung lebih nyaman dan aman.
Ia pun mengapresiasi kehadiran prajurit TNI yang ikut membantu memperbaiki tempat tinggalnya.
“Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah saya,” ujarnya.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., mengatakan bahwa program TMMD diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk melalui rehabilitasi RTLH.
Pembangunan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan dukungan dalam memperbaiki kondisi tempat tinggalnya.
Tidak hanya mengerjakan rumah, personel Satgas juga berinteraksi langsung dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD. Kedekatan tersebut membuat proses pembangunan berlangsung dalam suasana gotong royong.
Bagi Mbah Waqilah, setiap tahapan pembangunan yang dilakukan Satgas menjadi langkah menuju rumah yang selama ini ia harapkan. Ia kini hanya berharap proses pengerjaan dapat segera selesai sehingga dapat kembali menempati rumahnya dengan lebih nyaman.
Di balik pembangunan sebuah rumah, tersimpan harapan besar seorang perempuan lanjut usia untuk tetap menjalani kehidupan dengan mandiri. Harapan sederhana itu menjadi salah satu wajah humanis pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung di Desa Pojok.
