2 mins read

Pendidikan Bahaya Narkoba di Parumpanai Raih Apresiasi Tinggi dari Siswa

Luwu Timur — Kegiatan penyuluhan mengenai bahaya penggunaan narkoba dalam rangka program TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berlangsung di Balai Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, pada Kamis (22/10/2026). Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD sampai SMA, menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Tak hanya dihadiri oleh pemuda dari Karang Taruna dan anggota PKK, acara ini juga mengajak pelajar yang merupakan kelompok vital dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, agar mereka dapat memahami isu tersebut sejak dini.

Selama penyuluhan, para pelajar diperkenalkan dengan berbagai jenis narkoba, dampaknya terhadap kesehatan tubuh, serta konsekuensi sosial yang dapat timbul. Mereka juga diajarkan pentingnya memiliki lingkungan pergaulan yang positif dan cara untuk menghindari pengaruh buruk dari pihak-pihak tertentu.

Partisipasi yang aktif dari para peserta menunjukkan bahwa penyebaran informasi tentang bahaya narkoba kepada pelajar harus dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah diakses. Melalui pengetahuan ini, diharapkan mereka bisa membuat pilihan yang bijak ketika menghadapi tantangan di sekitarnya.

Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., sebagai Dansatgas TMMD ke-130, memberikan sambutan hangat terhadap keterlibatan pelajar dalam penyuluhan ini.

Ia menggarisbawahi bahwa pembangunan desa tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik saja, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas pemuda yang akan melanjutkan roda pembangunan di masa datang. “Keterlibatan anak-anak sekolah dalam penyuluhan ini adalah tanda bahwa upaya kami dapat mencapai sasaran yang tepat. Mereka adalah harapan masa depan Desa Parumpanai,” ucap Dan Satgas.

Dalam kesempatan ini, Siti, salah satu siswa dari SMPN Parumpanai, mengaku senang mendapatkan informasi baru seputar risiko narkoba. Menurutnya, kegiatan ini memberikan bahasan penting mengenai bagaimana menjauhkan diri dari pengaruh buruk.

Dia merasa pengetahuan ini penting untuk membantu dirinya dan teman-temannya lebih bijak dalam bergaul. Nurhayati, S.Pd., guru pendamping, juga menyatakan dukungannya terhadap penyuluhan yang digelar oleh Satgas TMMD ke-130. Dia percaya, kegiatan edukasi semacam ini akan memberikan dampak positif bagi siswa di luar pembelajaran di kelas.

“Sangat membantu bagi kami di sekolah, penyuluhan ini memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang bahaya narkoba. Kami biasanya hanya memberikan imbauan, namun mendengarkan dari langsung dari ahli dan TNI membuat siswa lebih tertarik,” katanya.

Penyuluhan ini juga menandakan adanya kerjasama yang lebih erat antara TNI dan sektor pendidikan dalam menumbuhkan kesadaran pelajar. Diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berhenti setelah acara ini, tetapi dapat berlanjut melalui dukungan dari keluarga, pendidikan di sekolah, serta partisipasi aktif dari masyarakat. Satgas TMMD ke-130 menginginkan agar Desa Parumpanai menjadi komunitas yang semakin peka terhadap masalah ini, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan penuh dukungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *