1 min read

TMMD ke-130 Awali Proyek RTLH dengan Fasilitas Sanitasi Di Tulungagung

Tulungagung – Proses pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk Bapak Suparlan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung kini telah dimulai oleh Satgas TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung. Selain fokus pada pembangunan rumah, Satgas juga melakukan persiapan untuk fasilitas sanitasi, termasuk penggalian septic tank pada Kamis (15/10/2026).

Tahapan awal dimulai dengan membongkar bangunan lama yang ada di lokasi sebelum memulai konstruksi baru. Anggota Satgas bekerja untuk membersihkan area dari sisa material sebelumnya dan mengatur tempat kerja agar siap untuk proses pembangunan selanjutnya.

Di lokasi yang sama, tim Satgas melanjutkan dengan penggalian untuk lubang septic tank. Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan RTLH tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga sangat memperhatikan kebutuhan sanitasi bagi penghuninya.

Keberadaan sanitasi yang baik sangat penting untuk menciptakan rumah yang sehat dan nyaman. Dengan menyediakan septic tank secara bersamaan dengan pembangunan, harapannya kebutuhan tempat tinggal dapat terpenuhi secara komprehensif. Pembangunan RTLH untuk Suparlan merupakan bagian dari program TMMD ke-130 yang bertujuan membantu masyarakat dalam memiliki rumah yang layak.

Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., selaku Dansatgas TMMD ke-130, mengingatkan pentingnya setiap langkah dalam proyek harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap. Ia menekankan pentingnya kualitas dalam pembangunan, menjaga keselamatan para personel, serta memberi dampak positif kepada masyarakat sekitar. “Setiap tahapan harus dilakukan dengan cermat, fokus pada kualitas dan keselamatan, serta harus benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Dengan bertahap dimulainya pembongkaran bangunan lama dan penggalian septic tank, proses pembangunan rumah Suparlan mulai berjalan. Satgas TMMD dan masyarakat berkolaborasi untuk memastikan proyek ini dapat selesai dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang menerima bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *